GARUT, KALCERAN.ID — Harapan masyarakat Kabupaten Garut untuk memiliki sarana pendidikan non-formal yang representatif semakin dekat dengan kenyataan. Perwakilan Kementerian Sosial (Kemensos) RI meninjau langsung lokasi calon pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah Kecamatan Cikelet, Rabu (13/05/2026).
Kunjungan strategis ini diterima langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota. Kehadiran tim Kemensos bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan serta pemenuhan kriteria teknis Program Strategis Nasional (PSN).
“Kami sangat mengapresiasi perhatian Kemensos RI. Pemkab Garut berkomitmen penuh dan sangat serius menyiapkan segala persyaratan yang dibutuhkan agar pembangunan Sekolah Rakyat ini segera terealisasi,” tegas Abdusy Syakur Amin.
Ketua Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat Kemensos RI, Herman, menjelaskan bahwa penentuan lokasi tidak bisa dilakukan sembarangan. Terdapat sedikitnya sembilan kriteria utama yang harus dipenuhi agar sebuah lokasi layak mendapatkan persetujuan pembangunan.
Selain kejelasan legalitas sertifikat tanah yang bebas sengketa, lokasi tersebut harus dipastikan aman dari zona rawan bencana. Secara teknis, lahan juga tidak boleh masuk dalam kategori Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan memiliki kemiringan tanah maksimal 10 persen.
“Keputusan akhir nanti berada di Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Mereka yang akan memvalidasi apakah kontur tanah stabil dan layak secara teknis untuk didirikan bangunan permanen,” jelas Herman.
Potensi Garut sebagai lokasi pembangunan permanen didorong oleh keberhasilan rintisan Sekolah Rakyat yang sudah berjalan di bawah binaan Dinas Sosial. Saat ini, tercatat ada 75 siswa yang aktif belajar dan terbagi dalam tiga rombongan belajar (rombel).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Marlinda Siti Hana, optimis bahwa peninjauan yang dilakukan bersama tim DPMD Garut ke wilayah Cikelet akan membuahkan hasil positif.
“Hasil pantauan tim di lapangan sementara ini menunjukkan kondisi yang baik. Sekarang kita tinggal menunggu persetujuan (acc) dari Kementerian PU melalui Kanwil Provinsi Jawa Barat. Kami memohon doa dari masyarakat agar realisasi pembangunan bisa dimulai pada Oktober tahun ini,” ujar Marlinda.
Hadirnya Sekolah Rakyat permanen di Cikelet diharapkan menjadi solusi nyata dalam pemerataan akses pendidikan di wilayah Garut Selatan, sekaligus menjadi pilar penting dalam pemberdayaan sosial masyarakat kurang mampu.***









