GARUT, KALCERAN.ID – Ribuan warga memadati jalur Kirab Mahkota Binokasih dalam perayaan Milangkala Tatar Sunda yang digelar di Kabupaten Garut, Selasa malam (5/5/2026).
Kegiatan budaya berskala besar tersebut dihadiri langsung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.
Puncak acara ditandai dengan prosesi kirab budaya yang berlangsung sakral dan meriah. Dedi Mulyadi dan Abdusy Syakur Amin menunggangi kuda sambil mengiringi kereta kencana Ki Jaga Raksa yang membawa Mahkota Binokasih, simbol kebesaran raja-raja Sunda.
Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, bersama Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti, dan Ketua TP PKK Garut, Tinneke Hermina, turut mengikuti iring-iringan menggunakan kereta kencana.
Kirab budaya dimulai dari Makorem 062/Tarumanagara menuju Halaman Kantor Gubernur Bale Dewa Niskala di Kecamatan Garut Kota.
Meski sempat diguyur hujan, antusiasme masyarakat tidak surut. Ribuan warga terlihat memadati sepanjang rute kirab hingga lokasi utama acara untuk menyaksikan penampilan seni budaya dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat yang dibuka dengan atraksi khas Garut, Surak Ibra.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi mengumumkan kebijakan terkait infrastruktur jalur kirab Mahkota Binokasih yang akan dialihkan statusnya menjadi jalan provinsi.
“Ku sim kuring ditetapkeun sadayana jalur anu kalangkungan ku Karnaval Mahkota Binokasih jalanna alih status jadi jalan provinsi,” tegas Dedi Mulyadi.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil agar Pemerintah Kabupaten Garut dapat lebih fokus mengalokasikan anggaran pembangunan untuk wilayah pedesaan dan fasilitas dasar masyarakat.
“Kita fokus membangun jalan, sekolah, puskesmas, rumah sakit, irigasi, dan memperbaiki rumah rakyat yang hampir roboh,” tambahnya.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyambut positif kebijakan tersebut karena dinilai mampu mengurangi beban anggaran pemeliharaan jalan kabupaten.
“Jalan yang dilewati kirab tadi akan dijadikan jalan provinsi sehingga dapat mengurangi beban perawatan jalan kabupaten dan anggarannya bisa dialihkan ke jalur lain,” ujarnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Abdusy Syakur juga menekankan pentingnya pelestarian budaya Sunda sebagai bagian dari pembangunan non-fisik masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Mahkota Binokasih di Garut menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali kebanggaan masyarakat terhadap budaya Sunda yang selama ini mulai terabaikan.
“Mahkota Binokasih adalah simbol kebesaran orang Sunda. Ini momen bersejarah dan menurut saya sangat bagus untuk membangkitkan kembali kebanggaan budaya Sunda,” katanya.
Perayaan Milangkala Tatar Sunda diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan yang tidak hanya mendorong sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat, tetapi juga mempererat persatuan budaya antarwilayah di Jawa Barat.***












