KPAID Tasikmalaya Gaungkan Kampanye ’24 Jam Tanpa Jeda’, 80 Persen Pelaku Kekerasan Anak Orang Terdekat

oleh -5 Dilihat
banner 468x60

KALCERAN.ID – Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya menggelar Kampanye Anti Kekerasan pada Anak “24 Jam Tanpa Jeda” dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Gedung Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan ini mengusung konsep berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain menjadi ajang peringatan Hari Anak Nasional, kampanye tersebut bertujuan memperkuat perlindungan anak melalui kolaborasi lintas sektor sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah kekerasan terhadap anak.

banner 336x280

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengatakan tema “24 Jam Tanpa Jeda” dipilih sebagai simbol bahwa perlindungan anak harus dilakukan tanpa henti.

“Tahun ini kami mengusung konsep yang berbeda. Perlindungan terhadap anak tidak boleh berhenti dalam kondisi apa pun. Anak harus merasa aman selama 24 jam,” ujarnya.

Menurut Ato, Hari Anak Nasional tidak cukup diperingati secara seremonial, tetapi harus menjadi momentum menghadirkan inovasi yang mampu menjangkau anak-anak dan keluarga.

Karena itu, KPAID menggandeng berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, dunia usaha, perbankan hingga komunitas masyarakat untuk menghadirkan kegiatan edukatif sekaligus menghibur.

Salah satu fokus utama tahun ini adalah memperkuat edukasi kepada keluarga. Menurutnya, perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga.

“Yang kami edukasi bukan hanya anak-anak, tetapi juga orang tua agar memahami bagaimana memberikan perlindungan yang tepat kepada anak,” katanya.

Ato menilai perkembangan media sosial dan akses informasi yang semakin terbuka menjadi tantangan baru dalam perlindungan anak. Karena itu, orang tua dituntut lebih aktif mengawasi aktivitas anak, terutama di ruang digital.

Dalam kesempatan tersebut, Ato mengungkapkan hingga Juni 2026, KPAID Kabupaten Tasikmalaya telah menerima lebih dari 37 laporan dugaan kasus kekerasan terhadap anak.

READ  Tak Hanya Bencana Alam, Ferdiansyah Minta Kemendikdasmen Antisipasi Bencana Sosial di Sekolah

Meski jumlah laporan meningkat, menurutnya kondisi itu tidak selalu menunjukkan bertambahnya angka kekerasan, melainkan meningkatnya keberanian masyarakat untuk melapor.

“Kesadaran masyarakat semakin baik. Infrastruktur pelaporan juga semakin terbuka sehingga masyarakat tidak lagi takut melaporkan kasus kekerasan terhadap anak,” jelasnya.

Ato menyebut, kasus yang paling banyak ditangani masih didominasi kekerasan seksual. Berdasarkan data KPAID, sekitar 80 persen pelaku merupakan orang terdekat korban, seperti ayah kandung, ayah sambung, saudara, maupun kerabat.

“Ini menjadi perhatian serius karena ancaman justru banyak berasal dari lingkungan yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak,” tegasnya.

Selain kampanye anti kekerasan, rangkaian Hari Anak Nasional 2026 diisi berbagai kegiatan seperti penampilan kreativitas anak, khitanan massal, bakti sosial, hingga kegiatan edukatif yang didukung dunia usaha dan berbagai komunitas.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P2KBP3A) Kabupaten Tasikmalaya, Dra. Hj. Wini, M.Si., yang mewakili Bupati Tasikmalaya, menegaskan bahwa Hari Anak Nasional harus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi dan melindungi hak-hak anak.

Menurutnya, perlindungan anak membutuhkan sinergi antara pemerintah, keluarga, sekolah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat.

Ia mengapresiasi inisiatif KPAID Kabupaten Tasikmalaya yang menginisiasi Kampanye “24 Jam Tanpa Jeda” sebagai gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan terhadap anak.

“Masyarakat juga diharapkan tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan kekerasan terhadap anak agar dapat segera ditangani sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.