Mahasiswa Unsil dan Komunitas YES Angkut 25 Kg Sampah Saat Jalan Sehat Dies Natalis

oleh -21 Dilihat
Universitas Siliwangi, Dies Natalis Unsil, Plogging, Komunitas YES, Eco Enzyme, Berita Tasikmalaya, Lingkungan Hidup
Universitas Siliwangi, Dies Natalis Unsil, Plogging, Komunitas YES, Eco Enzyme, Berita Tasikmalaya, Lingkungan Hidup. (foto : istimewa)
banner 468x60

TASIKMALAYA, KALCERAN.ID — Kemeriahan Jalan Sehat dalam rangka Dies Natalis Universitas Siliwangi (Unsil) diwarnai aksi heroik puluhan anak muda.

Sebanyak 35 peserta yang tergabung dalam kolaborasi Enginity x YES Climate melakukan aksi plogging atau memungut sampah sambil berolahraga di kawasan Mugarsari, Minggu (03/05/2026).

banner 336x280

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Teknik angkatan 2025 Universitas Siliwangi yang bahu-membahu bersama komunitas Youth Environment Solution (YES).

Aksi ini merupakan respons kreatif terhadap potensi tumpukan sampah yang kerap muncul dalam acara yang melibatkan massa besar.

Hasilnya cukup mencengangkan, para peserta berhasil mengumpulkan sedikitnya 25 kilogram sampah dalam satu kali jalan.

Sampah-sampah tersebut didominasi oleh kemasan plastik sekali pakai, bungkus makanan ringan, dan botol minuman plastik yang tercecer di sepanjang rute kegiatan.

Ketua Komunitas YES, Lovina Maulidya, menegaskan bahwa gerakan ini bertujuan untuk membuktikan bahwa generasi muda bisa memberikan kontribusi konkret, bukan sekadar menjadi penonton dalam sebuah acara besar.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa anak muda tidak hanya hadir untuk memeriahkan acara, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan. Kami ingin menumbuhkan budaya peduli lingkungan di kalangan mahasiswa,” ujar Lovina.

Tak hanya menyisir sampah di jalanan, para peserta juga melakukan aksi kocor eco enzyme di saluran irigasi sekitar lokasi Mugarsari.

Penggunaan cairan organik hasil fermentasi limbah dapur ini bertujuan untuk menetralisir polutan dan meningkatkan kualitas air di kawasan tersebut.

Ketua Angkatan Mahasiswa Teknik 2025, Wildan Nurohim, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian perairan di Kota Tasikmalaya yang kian terancam pencemaran.

“Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengembalikan kualitas lingkungan perairan agar tetap bersih, sehat, dan terjaga dari pencemaran. Ini adalah respons kami atas persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan besar di Tasikmalaya,” tegas Wildan.

READ  Program LESTARI 2026 Hadir di Tasikmalaya, Edukasi Pengolahan Sampah Langsung Menyentuh Warga

Aksi kolaboratif ini diharapkan tidak berhenti pada momentum Dies Natalis saja, melainkan menjadi pemantik bagi gerakan lingkungan yang lebih luas dan berkelanjutan di kalangan milenial dan Gen Z Tasikmalaya.

Dengan sinergi antara dunia akademik dan komunitas, persoalan sampah di ruang publik diharapkan dapat teratasi dengan lebih cerdas dan inovatif.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.