KALCERAN.ID – Pelantikan BPC HIPMI Kabupaten Tasikmalaya menjadi momentum memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam mendorong UMKM, mencetak wirausaha baru, dan memperluas pemasaran produk lokal.
BPC HIPMI Kabupaten Tasikmalaya menegaskan komitmennya menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan UMKM, penciptaan pengusaha baru, serta pengembangan investasi.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua BPC HIPMI Kabupaten Tasikmalaya, Fahmi Muzaki, dalam pelantikan pengurus HIPMI yang dihadiri Bupati Tasikmalaya, Ketua BPD HIPMI Jawa Barat, serta sejumlah pejabat dan pelaku usaha.
Fahmi mengatakan, kepengurusan HIPMI periode 2024–2027 akan mengusung semangat konektif, kolaboratif, dan babarengan untuk memperkuat ekosistem usaha di Kabupaten Tasikmalaya.
Menurutnya, HIPMI tidak hanya menjadi wadah berhimpun para pengusaha, tetapi juga berperan aktif menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, HIPMI juga meluncurkan website resmi BPC HIPMI Kabupaten Tasikmalaya sebagai sarana digital yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli sekaligus memperluas akses pemasaran.
Selain itu, HIPMI mengukuhkan sejumlah badan otonom, di antaranya HIPMI Ekspor, HIPMI Syariah, HIPMI Perguruan Tinggi (PT), dan HIPMI Institute.
“Kami ingin HIPMI hadir memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha dan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Fahmi.
Sementara itu, Ketua BPD HIPMI Jawa Barat Radityo Egi Pratama menilai Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi besar dalam melahirkan wirausaha baru.
Ia menyebut rasio pengusaha di Indonesia masih berada di kisaran 3,29–3,47 persen, sedangkan pemerintah menargetkan lahirnya 10 juta pengusaha baru pada 2029.
Karena itu, HIPMI didorong aktif membina pelaku UMKM agar mampu naik kelas menjadi pengusaha yang berorientasi pada pertumbuhan usaha dan penyerapan tenaga kerja.
“HIPMI harus hadir di tengah UMKM dan menjadi akselerator lahirnya pengusaha-pengusaha baru,” kata Egi.
Di sisi lain, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin meminta HIPMI ikut memperkuat pemasaran produk pertanian, peternakan, dan UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar modern.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tengah menyiapkan kebijakan agar sedikitnya 30 persen produk yang dijual di pasar modern berasal dari petani dan pelaku usaha lokal.
Ia menilai tantangan utama bukan hanya produksi, tetapi juga kualitas kemasan, distribusi, hingga penyimpanan hasil panen.
Cecep juga mendorong HIPMI membangun fasilitas seperti cold storage agar harga komoditas pertanian tetap stabil ketika panen raya.
Selain itu, pemerintah berkomitmen menata kawasan perdagangan melalui pembangunan pusat kuliner dan relokasi pedagang agar tata kota lebih tertib tanpa mengurangi aktivitas ekonomi masyarakat.
“Produk lokal harus menjadi tuan rumah di daerah sendiri. HIPMI kami harapkan menjadi jembatan antara petani, pelaku usaha, dan pasar modern,” tegas Cecep.











