TASIKMALAYA, KALCERAN.ID – Bencana tanah longsor menerjang halaman Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hidayah Lampegan, Desa Nanggewer, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (2/5/2026) petang.
Peristiwa yang dipicu hujan deras tersebut menyebabkan kerusakan serius pada area halaman sekolah dengan total kerugian sementara ditaksir mencapai Rp 100 juta.
Longsor terjadi sekitar pukul 18.30 WIB saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Pagerageung dan sekitarnya. Kondisi tanah yang labil diduga menjadi penyebab utama terjadinya longsoran hingga menggerus sebagian besar halaman sekolah.
Sekretaris Desa Nanggewer, Ikin Bunyamin, mengatakan longsor tidak hanya merusak infrastruktur sekolah, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas belajar mengajar apabila tidak segera ditangani.
“Hujan deras yang turun cukup lama membuat kontur tanah di sekitar sekolah tidak mampu menahan beban air,” ujar Ikin, Rabu (6/5/2026).
Ia menyebutkan, kerusakan akibat longsor diperkirakan mencapai sekitar Rp 100 juta.
Pasca kejadian, warga setempat bergerak cepat melakukan penanganan darurat secara swadaya. Masyarakat bergotong royong membersihkan material longsor sekaligus menggalang dana untuk membantu proses perbaikan fasilitas sekolah.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat mengatakan solidaritas warga menjadi kekuatan utama dalam menghadapi musibah tersebut.
“Kami tidak menunggu lama. Warga langsung turun tangan membersihkan area terdampak dan mulai mengumpulkan dana secara sukarela agar sekolah bisa segera digunakan kembali,” katanya.
Pemerintah Desa Nanggewer, lanjut Ikin, telah melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas BPBD melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Rabu (6/5/2026) guna melakukan verifikasi serta asesmen lapangan.
Berdasarkan hasil peninjauan awal, area terdampak dinilai membutuhkan penanganan teknis lanjutan, terutama untuk memperkuat struktur tanah dan mencegah potensi longsor susulan.
Selain berkoordinasi dengan BPBD, Pemerintah Desa Nanggewer juga telah mengajukan permohonan bantuan kepada sejumlah pihak, di antaranya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tasikmalaya, Kantor Kementerian Agama, hingga PLN Rajapolah.
“Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan karena keterbatasan anggaran desa dalam menangani kerusakan dengan skala cukup besar,” jelasnya.
Ia berharap dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga sosial, maupun masyarakat umum, agar proses pemulihan dapat segera terealisasi.
Menurutnya, bantuan tidak hanya dibutuhkan dalam bentuk material, tetapi juga tenaga dan dukungan lainnya demi memastikan kegiatan belajar mengajar kembali berjalan aman dan nyaman bagi para siswa.
Saat ini, aktivitas belajar di MI Al-Hidayah Lampegan masih berlangsung dengan sejumlah penyesuaian sambil menunggu proses perbaikan area terdampak selesai dilakukan.
“Dengan sinergi berbagai pihak, kami berharap pemulihan bisa berlangsung cepat sehingga fasilitas sekolah kembali dapat difungsikan secara optimal,” tandasnya.***












