Tak Hanya Bencana Alam, Ferdiansyah Minta Kemendikdasmen Antisipasi Bencana Sosial di Sekolah

oleh -7 Dilihat
banner 468x60

KALCERAN.ID – Anggota Komisi X DPR RI, H. Ferdiansyah, S.E., M.M., mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas tugas dan fungsi Biro Umum agar tidak hanya berfokus pada penanganan bencana alam, tetapi juga mampu mengantisipasi bencana sosial yang berdampak terhadap dunia pendidikan.

Usulan tersebut disampaikan Ferdiansyah saat Workshop Implementasi Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) bersama Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa Kemendikdasmen di Hotel Horison Tasikmalaya, Minggu (21/6/2026).

banner 336x280

Menurut Ferdiansyah, tingginya angka perceraian di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya merupakan persoalan serius yang perlu dipandang sebagai bencana sosial karena berdampak langsung terhadap kondisi psikologis dan tumbuh kembang anak.

Ia mengungkapkan, angka perceraian di Kota Tasikmalaya mencapai sekitar 1.740 hingga 2.000 kasus setiap tahun. Sementara di Kabupaten Tasikmalaya, jumlahnya mencapai 4.421 kasus per tahun.

“Dengan tingginya tingkat perceraian di kabupaten dan kota Tasikmalaya, berarti ribuan anak setiap tahun berpotensi kehilangan pendampingan orang tua secara utuh. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujar Ferdiansyah.

Melalui kegiatan tersebut, Ferdiansyah berharap Kemendikdasmen dapat menyerap aspirasi masyarakat terkait kemungkinan perluasan ruang lingkup tugas Biro Umum, sehingga tidak hanya berkaitan dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, tetapi juga bencana sosial yang berdampak pada peserta didik.

“Kita mengajak Kemendikdasmen melakukan pelatihan sekaligus mendapatkan masukan dari masyarakat. Jika diperlukan, tugas dan fungsi Biro Umum perlu diperluas, terutama untuk menyikapi bencana sosial,” katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa Kemendikdasmen, Herdiana, S.T., MBA., mengatakan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan sekolah menghadapi berbagai ancaman bencana.

Menurutnya, Kabupaten Tasikmalaya termasuk dalam tiga daerah dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di Jawa Barat berdasarkan data tahun 2024.

READ  Pemerintah Catat 663 Ribu Anak Sekolah Alami Tekanan Darah Tinggi pada 2026

Ancaman yang paling sering terjadi meliputi banjir, gempa bumi, dan tanah longsor, dengan total hampir 400 kejadian bencana dalam satu tahun.

Meski memiliki tingkat kerawanan tinggi, Herdiana menyebut capaian indikator kesiapsiagaan satuan pendidikan di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya dalam Rapor Pendidikan 2026 berada pada kategori baik.

Bahkan, capaian tersebut telah melampaui rata-rata provinsi maupun nasional.

“Artinya, meskipun potensi bencananya tinggi, kesiapan sumber daya manusia di satuan pendidikan juga sudah cukup baik sehingga risiko dapat diminimalkan,” ujarnya.

Herdiana menambahkan, Kemendikdasmen saat ini tengah menyusun peta jalan atau roadmap Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) periode 2025–2029.

Salah satu fokus utama program tersebut adalah penguatan sarana dan prasarana sekolah, termasuk penyediaan jalur evakuasi, titik kumpul aman, serta fasilitas pendukung lainnya.***

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *