Empat Atlet NPCI Kabupaten Tasikmalaya Siap Taklukkan Asia

oleh -13 Dilihat
banner 468x60

 

KALCERAN.ID – Keberhasilan empat atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Tasikmalaya menembus Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang menjadi kebanggaan daerah.

banner 336x280

Namun, prestasi di level internasional juga menjadi pengingat bahwa pembinaan atlet membutuhkan dukungan anggaran yang memadai, terencana, dan berkelanjutan.

Ketua NPCI Kabupaten Tasikmalaya, Ukun Rukaendi, menegaskan bahwa olahraga prestasi tidak bisa hanya mengandalkan semangat atlet.

Dibutuhkan dukungan nyata pemerintah daerah, terutama untuk menjamin latihan berjenjang dan kesiapan atlet menghadapi kompetisi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Tasikmalaya bersama jajaran melakukan monitoring terhadap para atlet di Solo, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026), menjelang keberangkatan mereka ke Jepang.

Empat atlet yang dipercaya memperkuat kontingen Indonesia tersebut adalah Hikmat Ramdani, Rina Marlina, Dimas Setiaji, dan Ridho Muhammad Alfares. Mereka dijadwalkan berlaga pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung 18–24 Oktober 2026.

Ukun menyampaikan, kesempatan tampil di ajang internasional harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pembinaan olahraga disabilitas di Kabupaten Tasikmalaya. Prestasi tidak cukup dibangun melalui persiapan menjelang pertandingan, tetapi harus ditopang program latihan yang konsisten dan berkesinambungan.

“Untuk mendukung olahraga prestasi, dibutuhkan dukungan dana untuk latihan yang berjenjang dan berkelanjutan. Atlet harus selalu siap berkompetisi, sehingga pembinaannya tidak bisa dilakukan secara sesaat,” tegasnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tidak berhenti pada alasan keterbatasan anggaran dalam memenuhi kebutuhan pembinaan atlet.

Menurutnya, prestasi olahraga membutuhkan perencanaan dan dukungan yang jelas agar atlet dapat terus meningkatkan kemampuan serta bersaing di berbagai tingkatan kompetisi.

“Jangan hanya menyampaikan anggaran terbatas, cukupkan dengan yang ada, atau seperti biasa jangan melihat besar kecilnya anggaran. Olahraga prestasi setiap saat harus siap untuk berkompetisi,” ujarnya.

READ  600 Goweser Meriahkan Fun Bike Garut Hebat 2026, Bupati Abdusy Syakur Tekankan Keselamatan

Ukun menilai, dukungan anggaran yang berkesinambungan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas pembinaan. Kebutuhan tersebut mencakup persiapan latihan, peningkatan kemampuan, serta kesiapan atlet menghadapi kompetisi sesuai jenjangnya.

Keikutsertaan empat atlet Kabupaten Tasikmalaya di Asian Para Games 2026 menjadi bukti bahwa atlet daerah memiliki peluang bersaing di panggung internasional. Namun, peluang tersebut perlu dijaga melalui sinergi antara pemerintah daerah, organisasi pembina, pelatih, dan atlet.

Dengan pembinaan yang terarah serta dukungan pendanaan yang terencana, prestasi atlet diharapkan tidak berhenti pada satu kejuaraan.

Sebaliknya, capaian tersebut dapat menjadi fondasi untuk melahirkan atlet berprestasi baru sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Tasikmalaya dalam persaingan olahraga disabilitas.

“Pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan kebijakan anggaran olahraga berjalan seiring dengan target prestasi, sehingga atlet memperoleh kesempatan berlatih dan bertanding secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.